Mobil itu banyak nama aliasnya, ST20, pickup merah,mbahnya pickup atau mobil trungtung karena bunyinya yang luar biasa bisingnya saat dinyalakan seakan siap mengobarkan semangat para pengendaranya untuk menjalani hari.
Mobil trungtung itu tanpa AC ,hanya muat tiga orang, jadi biasanya saya duduk di tengah. Kalau mengantuk, saya selonjoran kepala di pangkuan mama, kaki di pangkuan papa.
Saat sore, saya bisa berdiri di bak belakang dan berteriak2 seperti iklan bioskop berjalan yang jaman itu setiap hari lewat depan rumah kami ,
" Hari ini ada pameran blablabla di alun alun!!! Kata si X!"
Saat malam tiba, mobil itu diparkir di depan toko kami yang tanpa gerbang. Papa sigap merantai si Trungtung, takut hilang tentu saja.. Padahal kalau dibanding jaman now, keamanan di Bali saat itu super yahud.
Sekarang si mbah Trungtung sudah berganti pemilik. Kebetulan dibeli oleh kakak sepupu saya yang saat itu dia pakai untuk merintis kerja. Mbah Truntung masih belum pensiun sampai detik ini, tetap melayani dengan semangat berkobar
Ini bukan mobil saya , ini nyomot gambar dari google,kurang lebih seperti ini penampakan si Trungtung