Upstream

 


Upstream adalah film yang saya tonton untuk menutup tahun 2024 ini. Film ini bercerita tentang kehidupan para kurir makanan di Shanghai dengan segala problematikanya.

Film dibuka dengan tokoh Gao Zhi Lei seorang pegawai kantoran yang jabatannya sudah cukup tinggi di satu perusahaan IT di Shanghai tetiba di PHK oleh kantornya karena dikategorikan sudah berumur. Zhilei merasa stres karena di usianya yang kepala 4 tentu tidak mudah baginya untuk mencari pekerjaan baru dan memulainya dari nol.
Selama dua bulan Zhilei menyembunyikan hal ini dari keluarganya, KPR rumah menumpuk belum  terbayar, uang persiapan anaknya yang masuk ke skolah internasional juga belum tersedia, masih harus dihadapkan ayah nya yang tiba tiba stroke. Di saat ini lah terpaksa Zhilei mengaku ke istrinya kalau dia sudah dua bulan ini menjadi penganngguran, sudah melamar pekerjaan kesana kemari tapi tidak ada yang bersedia menerima karena umurnya yang sudah kepala 4, kebanyakan perusahaan mencari yang fresh graduate. Istrinya,XiaoNi murka karena merasa dibohongi oleh Zhilei. 
"Rumah ini milik kita berdua, bukan milikmu sendiri. Keluarga ini cuma kamu sendiri kah? aku bisa membantumu, meringankan bebanmu,kenapa kamu ga percaya aku bisa membantumu? Aku bisa kembali membuka kursus privat drum"

Keesokan harinya saat Zhilei berada di sebuah cafe, tepat di belakangngya duduk seorang kurir muda yang nyambi menjadi vlogger. Berceritalah si kurir muda bernama Yang Da Shan ini tentang pemasukannya sebagai kurir di perusahaan Chi Huo, berapa gaji tetapnya, berapa komisinya, dan perjalanan karirnya di bulan kemarin. Zhilei yang tak sengaja mendengar menjadi tertarik untuk ikut mencoba menjadi kurir. Ia pun mendatangi kantor kurir ChiHuo, tak disangka sang manager langsung menolak Zhilei untuk join di ChiHuo.Zhilei pun bertanya, apakah karena dia sudah berumur makanya ga bisa join? Manajer menyahut, kami disini ada pegawai umur 57 tahun, ada yang tuna rungu, kami tidak mendiskriminasikan org yg mau bekerja. Permasalahannya ternyata ada di kondisi fisik Zhilei yang perutnya buncit, terlihat tidak kuat karena jarang berolahraga. Yang Dashan yang kebetulan melihat Zhilei datang, sangat antusias menyambut, sang manajer pun luluh, Dashan pun diminta untuk mengajari Zhilei untuk menjadi kurir.

Di awal mulai menjadi kurir, amat sangat berat untuk Zhilei. Dia tidak pernah menyetir sepeda motor atau sepeda listrik, jadi ia pun tak pernah memperhatikan atau tahu makna makna dari rambu lalu lintas yang ada di jalan raya. Belum lagi mencari lokasi tujuan yang kadang nomernya acak, atau customer yang salah memberikan info nomer rumah. Gegara dia kurang familiar dengan jalanan Shanghai, beberapa kali dia telat mengantar orderan yang berakibat customer memberikan rating buruk terhadap performa nya bahkan membatalkan orderannya sehingga merugikan Zhilei yang sudah kadung mengeluarkan uang untuk membeli barang customer tersebut.

Zhilei pantang menyerah, ia pun mendekati para 'suhu' di antara kurir ChiHuo, DaHei dan DaShan. Ia juga berdiskusi dengan manajer dan teman sesama kurir di Chi Huo. Intinya Zhilei siap menerima semua saran dari orang yang lebih berpengalaman di bidang perkuriran. Mereka semua pun tak segan memberikan ilmunya, memberikan masukan dan tips untuk Zhilei,sehingga Zhilei akhirnya perlahan berhasil menaikkan ratingnya.
Setiap rute atau jalanan yang dilalui Zhilei,ia tak lupa mencatat jalan pintas,area mana yang ada loker untuk drop pesanan. Berdasarkan catatan ini, berbekal background ITnya,dia menciptakan aplikasi LuLuTong, yang sangat membantu para kurir untuk lebih cepat tiba di lokasi tujuan.
Berkat kerja keras dan sifat pantang menyerahnya, ZhiLei akhirnya berhasil menaikkan ratingnya dan menjadi pekerja terbaik di Chi Huo. Dana yang dibutuhkan keluarganya pun berhasil dikumpulkan dari penghasilan Zhilei menjadi kurir dan XiaoNi menjadi guru les drum

Dari film ini, saya memetik pelajaran bahwa hidup adalah perjuangan, dimana kita sebagai manusia juga membutuhkan manusia lain untuk hidup. Saling tolong menolong, saling membantu di kala diperlukan. Tidak terbatas pada keluarga dan teman, kadang bantuan bisa datang dari orang asing.
Meski direndahkan, tetap ingat! Where there's a will, there's a way!


FIlm ini juga mengajarkan kita untuk tidak memandang rendah semua jenis pekerjaan. Selagi halal dan legal, semua orang ini adalah orang yang berjuang mencari nafkah  untuk mempertahankan hidupnya  

"You never truly know someone until you've stood in their shoes and walked around in them.” 





Si Trungtung

Suzuki ST20 berwarna merah itu menjadi saksi perjuangan hidup orang tua ku. Mobil itu adalah mobil pertama yang berhasil dibeli oleh papaku ...